Kata Kerja Bentuk Larangan Dalam Bahasa Jepang
Minasan Ohayou Gozaimasu ๐๐
Pada pembelajaran kita kali ini kita akan membahas materi dari kata kerja bentuk Perintah Negatif atau bisa juga disebut dengan kata kerja bentuk Larangan dalam bahasa Jepang. sama seperti kata kerja bentuk perintah dan lainnya kata kerja bentuk larangan ini memiliki makna yang cukup luas dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari yang umumnya digunakan untuk melarang seseorang melakukan sesuatu pada tempat tertentu, atau melarang seseorang melakukan sesuatu berdasarkan rambu-rambu yang sudah ada atau ditetapkan sebelumnya dan lain-lain.
Berikut ini adalah beberapa pola kalimat yang masuk kedalam kata kerja bentuk larangan dalam bahasa Jepang diantarnaya adalah sebagai berikut :
1. Kata Kerja Bentuk Larangan atau ็ฆๆญขๅฝข
2. Kata Kerja Bentuk ใชใ
3. Kata Kerja Bentuk ใชใใงใใ ใใ
4. Kata kerja Bentuk ใชใใใจ
5. Kata Kerja Bentuk ใฆใฏใใใชใ
6. Kata Kerja Bentuk ใชใใใใซ
7. Kata Benda yang menunjukan Berhenti.
Untuk penjelasan lengkap mengenai masing-masing pola diatas akan dijelaskan secara lebih terperinci dibawah ini.
1. Kata Kerja Bentuk Larangan atau ็ฆๆญขๅฝข
Sebelum memahami kata kerja bentuk larangan atau ็ฆๆญขๅฝข ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
- karena pola kalimat ini memiliki fungsi yang sama dengan kata kerja bentuk perintah maka dalam fungsinya pun hampir sama cuma bedanya adalah bentuk perintahnya yang merupakan bentuk perintah negatif. untuk penjelasan kata kerja bentuk perintah bentuk positifnya dalam bahasa Jepang bisa klik link berikut ini → LINK
- Karena pola kalimat ini biasanya digunakan dalam kondisi darurat, mendesak dan lain-lain maka dalam perubahan kalimatnya juga tidak terlalu panjang.
- pola kalimat ini umumnya digunakan kepada teman atau orang-orang yang sudah dikenal, tetapi jika dikatakan dalam kondisi darurat bisa digunakan kepada siapa saja.
- Pola kalimat ini umumnya digunakan oleh kaum laki-laki, tetapi dalam keadaan tertentu perempuan juga boleh menggunakannya.
- Jika tidak dalam keadaan darurat makan menunjukan perintah larangannya tidak boleh menggunakan kata kerja ini tapi menggunakan kata kerja lainnya.
- Pola kalimat ini hanya digunakan sebagai bahasa Lisan sedangkan untuk bahasa tulisan menggunakan pola kalimat lainnya.
- pola kalimat ini biasanya digunakan dari orang yang derajatnya lebih tinggi kepada orang yang derajatnya lebih rendah, bisa juga untuk menujukan rambu lalu lintas dan lain-lain.
Bentuk perubahan kata kerja bentuk larangan ini mengikuti apakah kata kerja tersebut masuk kedalam kata kerja golongan I, II ataupun kata kerja Golongan III, untuk penjelasan lengkapnya perhatikan gambar dibawah ini.
untuk perubahan kata kerja ini sebenarnya cukup mudah yaitu dengan cara mengubah kata kerjanya kedalam bentuk kamus kemudian ditambah dengan ใช diakhir kalimatnya.
Contoh :
้ฃในใใช
taberuna
tidak boleh makan
่ญฆๅฏใๅผใถใช
Keisatsu o yobuna
Jangan panggil polisi
2. Kata Kerja Bentuk ใชใ
- pola kalimat ini selain bisa digunakan sebagai bentuk Negatif bisa juga digunakan untuk menunjukan larangan dalam melakukan sesuatu hal pada tempat-tempat tertentu.
- Untuk penjelasan lengkap mengenai pola kalimat ini dan bagaimana bentuk perubahan dari kata kerja bentuk biasa kedalam bentuk Negatif atau bentuk ใชใ bisa klik link berikut ini → LINK
Contoh:
ใใใงใฟใใณใๅธใใชใ
Koko de tabako o suwanai
Tidak boleh merokok disini
️้ป่ปใฎไธญใซ้ฃฒ้ฃใชใ
Densha no naka ni inshoku nai
Tidak boleh makan dan minum dalam kereta
3. Kata Kerja Bentuk ใชใใงใใ ใใ
- pola kalimat ini digunakan sebagai bentuk larangan yang lebih sopan jika dibandingkan dengan bentuk ใช maupun bentuk ใชใ untuk penjelasan lengkapnya bisa klik link berikut ini → LINK
- pola kalimat ini biasanya digunakan kepada orang yang derajat atau kedudukannya lebih tinggi dari pembicara.
Contoh:
ใใใงใฟใใณใๅธใใชใใงใใ ใใ
Koko de tabako o suwanaide kudasai
Tolong jangan merokok disini
ใใใ้ฃในใชใใงใใ ใใ
Sore o tabenaide kudasai
Tolong jangan makan itu
ๆณฃใใชใใงใใ ใใ
nakanaide kudasai
Tolong jangan menangis
4. Kata kerja Bentuk ใชใใใจ
- Pola kalimat ini digunakan sebagai bentuk larangan untuk tidak melakukan sesuatu dengan nuansa yang lebih tegas jika dibandingkan dengan kata kerja bentuk ใชใ tapi tidak menggunakan ใใจ、untuk penjelasan lengkapnya bisa klik link berikut ini → LINK
Contoh:
ใใใงใฟใใณใๅธใใชใใใจ
Koko de tabako o suwanai koto
Jangan merokok disini
ๆๆฅญไธญใฏๅ้ใจ่ฉฑใใชใใใจ
Jugyou-chuu wa tomodachi to hanasanai koto
Jangan mengobrol dengan teman pada saat sedang kuliah
5. Kata Kerja Bentuk ใฆใฏใใใชใ
- Pola kalimat ini digunakan sebagai bentuk larangan yang biasanya digunakan dari orang yang derajatnya lebih tinggi ke orang yang derajatnya lebih rendah secara lebih sopan, untuk penjelasan lengkapnya bisa klik link berikut ini → LINK
Contoh:
ใใใงใฟใใณใๅธใฃใฆใฏใใใชใ
Koko de tabako o suwatte wa ikenai
Tidak boleh merokok disini
ๅณๆธ้คจใงใใใใใใฆใฏใใใชใ
Toshokan de urusaku shite wa ikenai
Tidak boleh berisik di perpustakaan
6. Kata Kerja Bentuk ใชใใใใซ
- Pola kalimat ini juga digunakan sebagai bentuk larangan dengan ada nuansa memohon agar tidak melakukan sesuatu yang diharapkan oleh pembicara.
- pola kalimat ini biasanya digunakan pada saat berdoa kepada tuhan, atau memohon sesuatu kepada orang lain agar tidak melakukan sesuatu hal sesuai keinginan pembicara.
Contoh:
ใใใงใฟใใณใๅธใใชใใใใซ
koko de tabako o suwanai youni
mohon untuk tidak merokok disini
ๆๆฅญไธญใฏๅ้ใจ่ฉฑใใชใใใใซ
Jugyou-chuu wa tomodachi to hanasanai youni
mohon untuk tidak mengobrol pada saat kuliah
7. Kata Benda yang menunjukan Berhenti.
- Pada fungsi yang ketujuh ini yaitu kata benda yang dalam hal ini menunjukan berhenti untuk melakukan sesuatu maka secara tidak langsung kata benda tersebut menunjukan larangan untuk tidak melakukan sesuatu.
Contoh:
็ฆ็
!
Kin'en !
Dilarang merokok
Semoga Bermanfaat ๐๐




Comments
Post a Comment